Musik Hardcore sudah eksis di Indonesia pada tahun akhir 1980-an. Dengan fenomena yang ada menyebabkan sebagian dari punker mulai melahirkan scene-scene hardcore punk. Sehingga musik hardcore di Indonesia sangat kental dengan warna punk.
Dikarenakan masih sangat sedikitnya scene hardcore maka scene terbagi menjadi dua kaum, yaitu kaum individu yang lebih suka menikmati musik hardcore dengan sosialisasi yang secukupnya dan kaum yang sangat suka bersosialisasi (membaur dengan komunitas punk). Hal ini terjadi sampai sekitar pertengahan tahun 1990-an. Tahun 90-an bisa dibilang tahun musik hardcore di Indonesia dan puncaknya pada akhir tahun 1990 ditandai dengan mulainya pertunjukan-pertunjukan di berbagai tempat menampilkan 100% band hardcore (yang sebelumnya selalu mencampur dengan band punk) dan kemudian musik hardcore mulai membaur dengan melodicore.
Dengan semakin banyaknya band hardcore bersamaan pula munculnya records D.I.Y yang menyalurkan kreatifitas band seperti pinball records dan ffgrecords. Di Indonesia kota Jakarta adalah kota yang memiliki banyak band hardcore, untuk di kota lain umumnya hardcore dibawa dan berkembang dari individu anak Jakarta yang kuliah di luar kota ataupun bekerja. Depok juga memiliki beberapa grup musik hardcore yang mayoritas mengusung oldschool hardcore punk serta di daerah Menteng Jakarta Pusat yang dikenal dengan Taman Suropati banyak band-band pengusung hardcore punk.
Setelah era oldschool, hardcore amerika, hardcore oldscholl eropa ke newschool maka dimulailah hardcore yang didominasi dengan musik lebih kental musik metalnya seperti Jumbo Jet bahkan emo, hingga saat ini (tahun 2000-an).
irvanadhi
Jumat, 04 November 2011
Sabtu, 01 Oktober 2011
Mike Shinoda Linkin Park Menggarap Musik Untuk Film The Raid (Film Indonesia)
JAKARTA - Michael Kenji Shinoda atau akrab dengan nama Mike Shinoda, salah satu pentolan Linkin Park dan grup hip hop Fort Minor, didapuk mengisi music scoring film The Raid yang khusus ditayangkan di Amerika Serikat.
Mike menyanggupi ajakan rumah produksi Sony Pictures saat diminta membuat scoring film yang diperankan oleh Iko Uwais. Musisi kelahiran 11 Februari 1977 itu tertarik dengan film produksi asli karya anak bangsa.
“Saat Sony memilih film ini, ada ide untuk menggarap soundtrack. Muncul nama Mike Shinoda dan dia setuju untuk menggarap soundtrack film ini,” tutur produser Merantau Films, Ario Sagantoro yang biasa disapa Toro, saat jumpa pers di Hotel Hyatt, Jakarta, Rabu (28/9/2011).
The Raid yang tayang di Indonesia akan dipercayakan kepada musisi lokal untuk menggarap music scoring. Ada nama Fajar Yuskemal dan Aria Prayogi yang sebelumnya juga mengisi soundtrack film Merantau yang tayang di bioskop pada 2009.
Lanjut Toro, Mike kagum saat menyaksikan film laga itu. ”Dia bilang, ini film aksi yang luar biasa. Makanya dia mau menggarap music scoring film ini,” ujarnya.
Mike menyanggupi ajakan rumah produksi Sony Pictures saat diminta membuat scoring film yang diperankan oleh Iko Uwais. Musisi kelahiran 11 Februari 1977 itu tertarik dengan film produksi asli karya anak bangsa.
“Saat Sony memilih film ini, ada ide untuk menggarap soundtrack. Muncul nama Mike Shinoda dan dia setuju untuk menggarap soundtrack film ini,” tutur produser Merantau Films, Ario Sagantoro yang biasa disapa Toro, saat jumpa pers di Hotel Hyatt, Jakarta, Rabu (28/9/2011).
The Raid yang tayang di Indonesia akan dipercayakan kepada musisi lokal untuk menggarap music scoring. Ada nama Fajar Yuskemal dan Aria Prayogi yang sebelumnya juga mengisi soundtrack film Merantau yang tayang di bioskop pada 2009.
Lanjut Toro, Mike kagum saat menyaksikan film laga itu. ”Dia bilang, ini film aksi yang luar biasa. Makanya dia mau menggarap music scoring film ini,” ujarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)